Ariefia Hamdani : KPK lamban ungkap perkara dugaan korupsi pembangunan Vila Gandus Herman Deru
Masyarakat Sumsel menilai KPK lamban bertindak dan terlalu bertele - tele ungkap dugaan suap serta korupsi dalam pembangunan Vila Gandus milik Gubernur Sumsel HD.
Aksi damai di depan kantor KPK terkait perkara dugaan mega suap, pemindahan proyek APBD dan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh Gubernur Sumsel HD untuk memperkaya diri sendiri dilaksanakan elemen masyarakat Sumsel pada elasa 03 Februari 2026.
Ariefia Hamdani pelapor dugaan suap dan dugaan korupsi pembangunan Villa Gandus angkat bicara, "terlalu lama KPK ungkap dugaan korupsi dan suap pembangunan Villa Gandus milik Herman Deru Gubernur Sumsel".
"Semua bukti telah di sampaikan ke KPK termasuk rekening penerimaan uang dari SKPD, pengusaha dan anggota DPRD untuk pembangunan Villa Gandus", lanjut Ariefia.
"Bahkan Dumas KPK telah memberikan jaminan perkara ini naik penyidikan karena semua data unsur perbuatan melawan hukum sudah terpenuhi", ucap Ariefia.
"Dan terakhir telah kita lampirkan dua alat bukti pembanding yaitu LHKPN dan putusan perkara perdata yang mengindikasikan adanya keterangan palsu dalam LHKPN Gubernur Sumsel", tegas Ariefia.
"Setiap saya meminta perkembangan laporan saya, Dumas KPK selalu bertanya perkara yang mana, ini menunjukkan KPK terkesan kurang profesional dan tidak punya kemampuan penyidikan perkara di luar OTT", pungkas Ariefia.


Social Header